LPJ Hippam Tirta Agung Desa Sumberagung

"Pada acara inti LPJ Hippam “Tirta Agung” disampaikan oleh Bendahara I Ngasiono, S.Pd.I, beliau menyampaikan laporan-laporan keuangan tahun anggaran 2013/2014. Dalam laporan bidang keuangan ini meliputi: realisasi dan rekapitulasi cadangan operasional, rincian penerimaan dan beban 1 tahun, rincian perhitungan hasil usaha, dan pembagian dana sosial lingkungan."

Pendampingan Dasa Wiswma

“Ketua TP PKK Desa Sumberagung Winarsih Sutrisna, mengucapakan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Tim Pendampingan Dasawisma Kabupaten Bojonegoro atas kunjungan serta penjelasan pengisian buku-buku Dasawisma yang benar”.

Kunjungan Forum TBM Bojonegoro di TBM Al-Hikmah

Minimnya buku inventaris pada TBM Al-Hikmah memotifasi pengelola TBM Al-Hikmah mengajukan proposal-proposal permohonan bantuan pada pemerintah kabupaten dan dinas-dinas yang lainnya. Bahkan pengelola TBM berpesan pada anggota TIM Penggerak PKK untuk memberikan buku-buku yang sudah tidak terbaca untuk dibawa ke TBM

Harga Gabah Terdongkrak Panen Melimpah Petani Sumringah

Saat ini harga gabah kering sawah sebesar Rp.3.800,- sampai Rp. 4.000,-/kg. Petani memprediksikan harga gabah saat panen raya nanti bertahan Rp. 3.500,-.

Semangat Baru Semangat Perwosi

Senam yang dipromosikan oleh TP PKK Kabupaten ini merupakan senam yang enerjik, yang mengambil gerakan tengul yang mudah dihafal.

Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

Kotoran Kambing Disulap Menjadi Bahan Bakar


Sumberagung (KIM Mutiara Agung) - Mahalnya bahan bakar minyak tanah, gas LPG maupun kayu bakar menjain bagi para ibu rumah tangga. Hal ini ternyata menggugah kreatifitas masyarakat untuk menggunakan bahan bakar alternatif seperti yang dilakukan salah satu peternak kambing di desa sumberagung yang bernama Majuri (49). Lelaki yang berprofesi sebagai peternak ini  memproses  kotoran kambing menjadi biogas.

Walaupun hasilnya belum maksimal, namun hal ini pantas untuk mendapatkan apresiasi karena kreatifitasnya. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang kami lakukan kepada yang bersangkutan, beliau menuturkan bahwa pemrosesan seperti ini memang harus digalakkan karena mengingat harga bahan bakar saat ini sangatlah mahal.

“Dari bahan baku kotoran ternak kambing sejumlah 15 ekor, saya  mencoba untuk menghasilkan gas untuk keperluan memasak sehari-hari. Namun sampai hari ini gas yang dihasilkan belum maksimal,” ujar Majuri.

Oleh karena itu melalui rubrik KIM Mutiara Agung ini beliau berharap agar ada bantuan/ informasi baik dari dinas terkait maupun teman – teman dari luar desa yang mempunyai pengalaman teknik biogas yang bahan bakunya dari kotoran ternak mohon bantuan informasi ini sangat diharapkan agar upaya yang sudah dijalankan ini bisa berhasil. (LK-KIM)