LPJ Hippam Tirta Agung Desa Sumberagung

"Pada acara inti LPJ Hippam “Tirta Agung” disampaikan oleh Bendahara I Ngasiono, S.Pd.I, beliau menyampaikan laporan-laporan keuangan tahun anggaran 2013/2014. Dalam laporan bidang keuangan ini meliputi: realisasi dan rekapitulasi cadangan operasional, rincian penerimaan dan beban 1 tahun, rincian perhitungan hasil usaha, dan pembagian dana sosial lingkungan."

Pendampingan Dasa Wiswma

“Ketua TP PKK Desa Sumberagung Winarsih Sutrisna, mengucapakan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Tim Pendampingan Dasawisma Kabupaten Bojonegoro atas kunjungan serta penjelasan pengisian buku-buku Dasawisma yang benar”.

Kunjungan Forum TBM Bojonegoro di TBM Al-Hikmah

Minimnya buku inventaris pada TBM Al-Hikmah memotifasi pengelola TBM Al-Hikmah mengajukan proposal-proposal permohonan bantuan pada pemerintah kabupaten dan dinas-dinas yang lainnya. Bahkan pengelola TBM berpesan pada anggota TIM Penggerak PKK untuk memberikan buku-buku yang sudah tidak terbaca untuk dibawa ke TBM

Harga Gabah Terdongkrak Panen Melimpah Petani Sumringah

Saat ini harga gabah kering sawah sebesar Rp.3.800,- sampai Rp. 4.000,-/kg. Petani memprediksikan harga gabah saat panen raya nanti bertahan Rp. 3.500,-.

Semangat Baru Semangat Perwosi

Senam yang dipromosikan oleh TP PKK Kabupaten ini merupakan senam yang enerjik, yang mengambil gerakan tengul yang mudah dihafal.

Tampilkan postingan dengan label KESENIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESENIAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Sumberagung Punya Redhysta

Aksi Grup Redhysta
Sumberagung (KIM Mutiara Agung). “Dengan seni hidup menjadi indah” sebuah falsafah yang sudah melekat dalam kehidupan manusia. Sudah menjadi cita-cita hidup manusia yakni ingin hidup bahagia, komponennya adalah seni.

Kalau kita perhatikan maka di setiap tempat tentunya di situ pasti ada seni. Dan ada kelompok-kelompok yang sengaja menghidupkan seni, bahkan hidup dari seni.

Termasuk di desa Sumberagung, perkembangan seni cukup menggembirakan. Sebuah cabang seni yang tampil menonjol di desa ini adalah seni musik. Sebuah kelompok musik satu-satunya ada di desa Sumberagung yang dinamakan “REDHYSTA”.

“REDHYSTA, kalau arti dari nama itu ya kita buat sendiri,  remaja desa dengan sejuta cita-cita" Ucap Ridho (22) selaku pimpinan grup.

Kelompok musik yang beraliran dangdut ini terdiri dari ABDUL WAHID ARRIDHO (Ridho): Organ/Pimpinan, AGUS: Rytm, RADIKA SAMPURNO (Dika): Bass, dan ARI WIBOWO (Bowo): Kendang.

“Tahun 2006 kita berdiri, waktu itu kita-kita masih SMP” lanjut Ridho yang kami temui disela-sela latihan rutin mereka.

Untuk latihan pada waktu awal berdiri, mereka harus pergi ke salah satu studio musik di Baureno menggunakan ontel yang berjarak sekitar 8 KM untuk menyewa alat musik 1 s.d 3 jam. Tahun 2007 Group ini menerima job pertama, yaitu tampil di Desa Sumberagung pada acara malam puncak 17 Agustusan, masyarakat yang menyaksikan  hanya bisa ndlongop  dan berdecak kagum, karena mereka pada  waktu itu mereka masih cah SMP berusia 14 Tahun.

“Alhamdulillah…setelah manggung pada 17 agustusan itu grup ini menjadi tenar di masyarakat, job manggung terus berdatangan silih berganti, dari masyarakat sumberagung sendiri, dan dari desa tetangga juga”. Ucap Agus sambil menyetel gitar elektrik kebanggaanya.

Kini, kiprah dan sepak terjang “REDHYSTA” sudah Go Kabupaten, tidak saja di Desa Sumberagung, namun sering  manggung di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, bahkan Surabaya. Kami KIM sebagai warga sumberagung ikut bangga sekali dengan adanya group yang menginspirasi pemuda – pemuda Sumberagung (LK-KIM).